Tuesday, October 7, 2008

PUASA SYAWAL


Alhamdulillah...Puasa Ramadhan telah kita tunaikan, semoga kita termasuk orang2 yang diangkat derajatnya oleh Allah swt menjadi orang yang Muttaqin...amin.

karena kita telah memasuki bulan syawal, dimana dibulan kemenangan ini terdapat satu amalan yang jika lakukan dengan bersungguh-sungguh, maka Allah swt akan memngganjarnya dengan pahala yang berlipat ganda.



berikut beberapa dalil yang berkaitan dengan "PUASA SYAWAL", semoga bermanfaat.


Dari Abu Ayyub rodhiyallahu anhu:
“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup’.”
[Riwayat Muslim 1984, Ahmad 5/417, Abu Dawud 2433, At-Tirmidzi 1164]

Riwayat lain:
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari bulan Syawal maka seakan-akan ia berpuasa setahun.”

Hukumnya adalah sunnah:
“Ini adalah hadits shahih yang menunjukkan bahwa berpuasa 6 hari pada Syawal adalah sunnah. Asy-Syaafi’i, Ahmad dan banyak ulama terkemuka mengikutinya. Tidaklah benar untuk menolak hadits ini dengan alasan-alasan yang dikemukakan beberapa ulama dalam memakruhkan puasa ini, seperti; khawatir orang yang tidak tahu menganggap ini bagian dari Ramadhan, atau khawatir manusia akan menganggap ini wajib, atau karena dia tidak mendengar bahwa ulama salaf biasa berpuasa dalam Syawal, karena semua ini adalah perkiraan-perkiraan, yang tidak bisa digunakan untuk menolak Sunnah yang shahih. Jika sesuatu telah diketahui, maka menjadi bukti bagi yang tidak mengetahui.”
[Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah lil Buhuuts wal Ifta’, 10/389]

Hal-hal yang berkaitan dengannya adalah:

1. Tidak harus dilaksanakan berurutan.
“Hari-hari ini (berpuasa Syawal-) tidak harus dilakukan langsung setelah ramadhan. Boleh melakukannya satu hari atau lebih setelah ‘Id, dan mereka boleh menjalankannya secara berurutan atau terpisah selama bulan Syawal, apapun yang lebih mudah bagi seseorang. … dan ini (hukumnya-) tidaklah wajib, melainkan sunnah.”
[Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah lil Buhuuts wal Ifta’, 10/391]

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
“Shahabat-shahabat kami berkata: adalah mustahab untuk berpuasa 6 hari Syawal. Dari hadits ini mereka berkata: sunnah mustahabah melakukannya secara berurutan pada awal-awal Syawal, tapi jika seseorang memisahkannya atau menunda pelaksanaannya hingga akhir Syawal, ini juga diperbolehkan, karena dia masih berada pada makna umum dari hadits tersebut. Kami tidak berbeda pendapat mengenai masalah ini dan inilah juga pendapat Ahmad dan Abu Dawud.”
[Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab]

Bagaimanapun juga bersegera adalah lebih baik:
Berkata Musa: ‘Itulah mereka telah menyusul aku. Dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Rabbi, supaya Engkau ridho kepadaku. [ThooHaa: 84]

2. Tidak boleh dilakukan jika masih tertinggal dalam Ramadhan
“Jika seseorang tertinggal beberapa hari dalam Ramadhan, dia harus berpuasa terlebih dahulu, lalu baru boleh melanjutkannya dengan 6 hari puasa Syawal, karena dia tidak bisa melanjutkan puasa Ramadhan dengan 6 hari puasa Syawal, kecuali dia telah menyempurnakan Ramadhan-nya terlebih dahulu.”
[Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah lil Buhuuts wal Ifta’, 10/392]
Selengkapnya...

KARENA KUSAYANG KAMU..


Jika aku mampu

Memetik bintang-bintang untukmu

Kan kupetik satu untukmu

Yang terindah di angkasa ini

Dan kusajikan dalam hatimu


Jika aku mampu

meraih bulan purnama nan indah itu

Kan kurangkul cahanya

Dan kan kuserahkan semuanya bagimu

Agar ia memberikan kehangatan di dinginnya jiwamu


Jika aku mampu

Dapat memberi apa yang kau inginkan

Pasti kau kan tetap di sini bersamaku

Menemani aku dalam hebatnya badai hatiku


Kasihku..

Semua bisa aku lakukan

Lebih dari apa yang engkau bayangkan

kau tahu mengapa..??

KARENA KUSAYANG KAMU..
Selengkapnya...

Monday, October 6, 2008

Jiwa


Duhai jiwa yang terpasung

Duhai sukma yang terbelenggu

Apa gerangan yang engkau risaukan...





Tataplah bayi mungil nan merah

Menyerah tak berdaya

Tentram dalam pangkuan ibunda



Menyusu air susu lambang cinta

Dalam belaian mesrah penuh kedamaian



Jika engkau sedih

Jika bimbang menghantuimu

Maka carilah kebahagiaanmu

Di dalam raga, terbungkus kerudung perasaan dan rasa...
Selengkapnya...

...Duhai Wanita...


Duhai wanita pemilik paras ayu

Penebar khasanah keindahan

Maafkan daku jika ku dustai




Walau kau ku puja tapi kau ku benci

Walau kau kusanding tapi kau hanya bersama ragaku

Karena hati dan jiwa ini telah bersama rahasia cintamu



Duhai wanita penebar aroma kesturi

Harummu mabukkan akalku

Namun, rahasia cintamu hambarkan segala keharumanmu



Selaksa kata dapat kurangkai tuk gambarkan keindahanmu

Tapi hati dan lidah kaku

Tak kuasa melukiskan rahasia cintamu...



Wanita...

Andai kau tahu rahasia cintamu

Engkau tak akan sudi bersanding

Denganku yang papa ini
Selengkapnya...

Petuah Sang Arif


* Wahai anakku ! engkau hidup di dunia ini, akan tempat kembalimu adalah Allah SWT. Maka, biarkanlah lahirmu tampak bersama dunia tapi segenap jiwa, hati, jiwa, bathin dan perasaanmu harus senantiasa bersama-Nya.


* Anakku !,Benamkanlah dirimu dalam dunia ketidak terkenalan, biarkan orang berkata atau bahkan menghinakanmu serta tiada memandangmu karna sungguh anakku bukanlah mereka yang akan menghakimi walau mereka memfonis, tohnya yang akan menjadi hakim adalah Dia Yang Maha Adil.

* Duhai anakku !, jangan ikuti langkah mereka yang saling menganggap faham ataupun mazhab yang mereka anut paling benar, karena tiada kebenaran selain bersanding dengan Al-Haq.

* Duhai anakku!, Jangan pernah engkau menonjolkan diri dalam setiap ibadahmu, benamkanlah dirimu serta jadikan setiap ibadah yang kau kerjakan adalah ibadah rahasia yang orang lain tak perlu mengetahuinya Agar engkau dapat menyembah Tuhanmu dengan ikhlas. Dan janganlah terlalu banyak meminta kepada Tuhanmu akan tetapi perbanyaklah berSYUKUR atas apa yang telah di AnugerahkanNya. Dan ketahuilah bahwa segala sesuatu yang kau pandangi dan kau rasakan adalah anugerah walau menurutmu itu keburukan. Olehnya itu anakku, jangan pernah enkau berburuk sangka terhadapNya yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Anakku!, camkanlah semua ini agar keselamatan yang engkau temui di penghujung hayatmu...
Selengkapnya...

Meraih Keredhaan-MU..


Disuatu waktu..,
Nabi Musa as. berdo'a ;
"ILAHI !, Bimbinglah hambamu kepada amal yang mendatangkan keredhaanmu.."
Allah menjawab ;
"Engakau tidak akan mampu melakukannya"
nabi musa terus bersujud dan terus memohon, maka Allah SWT berwahyu kepada Nabi Musa;
"Wahai putera Imran...! KeredhaanKu ada pada keredhaan menerima ketetapanKu"


Maka, aneh jika kita mengharapkan redha dari Allah sementara kita sendiri tidak pernah mau rela kepada apa yang telah ditetapkanNya...

dan oleh sebab itu, Baginda Umar bin Khattab ra, berpesan ;
"Segala kebaikan terletak didalam redha, jika engkau mampu jadilah orang yang redha dan jiaka engakau tidak mampu maka bersabarlah.."

Aneeh......kan manusia...?
Egoiskan manusia..................?
maunya diredhai, tapi tak pernah mau redha...!!!

Inilah orang yang tega berlaku curang kepada Allah...
karena dia fikir Allah itu bodoh.....

akan tetapi bila tiba saatnya ...
dimana sesal tak bisa menyesal...
keluh tak bisa berkesah....
semuanya pun akan bermuara pada
Rahman dan Rahim
yang akan membuat luka dihati tersayat pilu...

olehnya itu..sadarlah...!!!
Selengkapnya...

Kau Cahaya Itu


kau cahaya itu
laksana rembulan perawan yang membiaskan ronanya
memberi berkas dalam malamku

kini..., kejora tlah tampak di timur raya
pertanda engkau kan pergi
seribu kenangan yang kau torehkan
dalam malam-malam kita


kau cahaya itu
kemilau hati yang suci
walau bagimu kau penuh noda
namun Sang Penjaga sembunyikan noda itu dari pandanganku

kau cahaya itu...
semoga kita kan beradu lagi
dalam tawa, tangis, canda dan bisu

kau cahaya itu...
semoga kita kan bertemu lagi
dalam tatapan keberkahan Abu Bakar
dalam naungan tapak Rasulullah
oleh seuntai tali sematan Abah kita terrcinta
Selengkapnya...
 
Template by: Abdul Munir | Blog