Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Thursday, March 26, 2009

...MENYAPAMU...


Kesendirian telah merenggut kebahagiaanku...

Membawanya menggapai nirwana nan jauh disana....

Meninggalkanku bermandikan air mata, terbelenggu kepedihan

Hingga kutingal angan belaka...


Wahai pujaanku, ... tataplah aku dari nirwanamu.....

Sisihkan seuntai doa dari kejauhan...tuk balut duka dihati yang luka...

Wahai pujaanku yang bisu dalam cintamu...

Membedah sukmaku.... dan meninggalkan sepimu......



Mungkinkah teruntai harap dalam pedihku....

Mungkinkah senyum tersungging sebagai perlipur laraku..

Ataukah pedang yang akan menikam jiwaku....



Dalam sepiku... kusapa dikau pujaanku.......

Ya..biarkan aku menyapamu hatimu.......

meski hanya dalam sepiku....

Meski hanya dalam hatiku....
Selengkapnya...

Friday, November 28, 2008

Oh khayla...puisiku..!!!


Oh khayla...puisiku
malai malai dikilau kilau bening matamu
buatku menjelma air mata
yang mengembur basah pusara bunda
nurmala nurmu...

Kau tahu..saat pijakan kaki menapak cetak
langkah gontai diMattiro Deceng pusaka Arumpone
senja lagi melukis wewarna tembaga di kanvas langit

saat itu..
sahutan hewan pepohon riuh menyalakan malam
sementara hamparan ilalang menari - nari
di desir - desir getaran angin
Mattiro deceng di musim menanam padi
kutergugu dipusara bundamu..khayla
saat kenangan membawaku
tenggelam dalam cekam...


kau begitu belia, oh
kasih yang tlah pergi
...&....
aku begitu sedih, oh
diri yang tlah sendiri

hati berbisik merindu :
kutunggu undangan
buat menemanimu sayangku
dan kita akan kembali bersua..
tersenyum lagi dan lagi serupa dulu

"adakah disana begitu sunyi, begitu sepi ?"

"tak usahlah kau takut, cinta "

saban waktu,
Akulah permadani dedaun coklat
yang rebah di hamparan tanah
pusaramu

dan akulah kunang - kunang
yang datang berkawan
di malam-malam panjangmu

"karenanya,tak usahlah kau takut, cinta".
tak begitu lama - kita pasti bersua kembali

oh Khayla....puisiku,
Mattiro Deceng dimusim menanam padi
akulah air matamu...



disadur dr puisi Guruku "Husni Al-Faqir"
Syukran Ustadz...

Selengkapnya...

Thursday, November 27, 2008

Langit Biruku Bersabda..

Langit biru pernah bersabda:


Wahai diri…

yang berbusana penuh duri…

Menapak angkuh hilir mudik tak terkendali…


Racun legam bersarang tersembunyi…

Dalam relungmu yang sunyi…


Angkara murka dikau semai sepenuh hari…

dan benamkan kuku tajammu dengan santai…

Hingga berdarah-darahlah berjuta nilai…


Sekarang…

Lonceng waktu telah berdentang…

Sepanjang jalan siap membentang…


Bangun berlari hanya impian dan

dimana semua sumpah, bersama angan

sesatmu yang dibanggakan…


tertawalah..

hingga akupun menertawaimu di suatu hari…


menangislah..

hingga akupun menangisimu di suatu hari…


Pilih…

Semoga engkau sang terpilih…

BersamaNya engkau dipilih…

Tak perlu sadu sedan engkau memilih…
Jika firdaus tempatmu kembali.. Selengkapnya...

Monday, October 27, 2008

Langit Biru...


Wahai diri…

yang berbusana penuh duri…

Menapak angkuh hilir mudik tak terkendali…

Racun legam bersarang tersembunyi…


Dalam relungmu yang sunyi…

Angkara murka dikau semai sepenuh hari…

dan benamkan kuku tajammu dengan santai…

Hingga berdarah-darahlah berjuta nilai…


Sekarang…

Lonceng waktu telah berdentang…

Sepanjang jalan siap membentang…



Bangun berlari hanya impian dan

dimana semua sumpah, bersama angan

sesatmu yang dibanggakan…


tertawalah..

hingga akupun menertawaimu di suatu hari…


menangislah..

hingga akupun menangisimu di suatu hari…


Pilih…

Semoga engkau sang terpilih…

BersamaNya engkau dipilih…

Tak perlu sadu sedan engkau memilih…

Jika firdaus tempatmu kembali..
Selengkapnya...

Thursday, October 16, 2008

Kenangan Membisik Jiwa..


Kata tersusun
Terucap ...
Tawa lepas terbang diudara
Isyarat hati memeluk indah jiwa

Mengalun terpaut dalam waktu
Dan tersembunyi didasar symponi hati
Hingga tak bisa dihempaskan
Walau ingin ...
Walau harus ...

Tersembunyi dan melekat
Tirai kegelapan tak bisa menutupi
Walau harus menyesakkan dada

Tapi saat datang menyapa
Indah, kebahagiaan dan sesak
Menyeruak menjadi satu
Hingga tertawa membahana
Senyuman menghiasi
Dan alunan kesedihan mengakhiri

Didasar hati merangkai kata
Kata terpendam ...
Sulit diucapkan
Hanya mencoba menggerakkan kedua bibir
Hingga muncul rangkaian kata
A...ku...me...rin...du...kan...mu...
Selengkapnya...

Wednesday, October 8, 2008

..Ingin Memilikimu..


hanya kamu

semua kata yang terucap

itu hanya namamu

wajah yang slalu terbayang

hanya wajahmu…

ku ingin kau tahu

hanya kamu yang di hatiku

hanya dirimu yang slalu ku rindu

dan selalu ku nanti..



tak seorang pun dapat menggantikanmu

betapa sulit ku melupakanmu

bayangmu selalu hadir dalam mimpiku

suaramu slalu ku dengar dalam bisik sang bayu

hanyalah kamu…

indah bayangmu

semua tentangmu

membuatku ingin memilikimu..
Selengkapnya...

Tuesday, October 7, 2008

Curahan Hati


Akankah rasa dihati hanya sementara

Seakan nyata, seiring luasnya asa dalam harap

Lembayungpun tak seindah warna dijiwa

Selalu tercipta dalam gemerlapnya rasa

Yang terwujud dalam lelapnya mimpi


Dalam rengkuhan malam kudapat warna kesendirian nan sunyi

Jiwaku kosong karena jeritan derita

Hanya rintihan lirih

Ketika telapak kaki mencumbui luasnya bumi

Terbentur oleh kesombongan yang mengalir dinadi

Menusuk hati dalam dasar palung jiwa

Kutahu wanita bukan mahkluk biasa

Tercipta karena pria yang mendamba

Selengkapnya...

KARENA KUSAYANG KAMU..


Jika aku mampu

Memetik bintang-bintang untukmu

Kan kupetik satu untukmu

Yang terindah di angkasa ini

Dan kusajikan dalam hatimu


Jika aku mampu

meraih bulan purnama nan indah itu

Kan kurangkul cahanya

Dan kan kuserahkan semuanya bagimu

Agar ia memberikan kehangatan di dinginnya jiwamu


Jika aku mampu

Dapat memberi apa yang kau inginkan

Pasti kau kan tetap di sini bersamaku

Menemani aku dalam hebatnya badai hatiku


Kasihku..

Semua bisa aku lakukan

Lebih dari apa yang engkau bayangkan

kau tahu mengapa..??

KARENA KUSAYANG KAMU..
Selengkapnya...

Monday, October 6, 2008

Jiwa


Duhai jiwa yang terpasung

Duhai sukma yang terbelenggu

Apa gerangan yang engkau risaukan...





Tataplah bayi mungil nan merah

Menyerah tak berdaya

Tentram dalam pangkuan ibunda



Menyusu air susu lambang cinta

Dalam belaian mesrah penuh kedamaian



Jika engkau sedih

Jika bimbang menghantuimu

Maka carilah kebahagiaanmu

Di dalam raga, terbungkus kerudung perasaan dan rasa...
Selengkapnya...

...Duhai Wanita...


Duhai wanita pemilik paras ayu

Penebar khasanah keindahan

Maafkan daku jika ku dustai




Walau kau ku puja tapi kau ku benci

Walau kau kusanding tapi kau hanya bersama ragaku

Karena hati dan jiwa ini telah bersama rahasia cintamu



Duhai wanita penebar aroma kesturi

Harummu mabukkan akalku

Namun, rahasia cintamu hambarkan segala keharumanmu



Selaksa kata dapat kurangkai tuk gambarkan keindahanmu

Tapi hati dan lidah kaku

Tak kuasa melukiskan rahasia cintamu...



Wanita...

Andai kau tahu rahasia cintamu

Engkau tak akan sudi bersanding

Denganku yang papa ini
Selengkapnya...

Kau Cahaya Itu


kau cahaya itu
laksana rembulan perawan yang membiaskan ronanya
memberi berkas dalam malamku

kini..., kejora tlah tampak di timur raya
pertanda engkau kan pergi
seribu kenangan yang kau torehkan
dalam malam-malam kita


kau cahaya itu
kemilau hati yang suci
walau bagimu kau penuh noda
namun Sang Penjaga sembunyikan noda itu dari pandanganku

kau cahaya itu...
semoga kita kan beradu lagi
dalam tawa, tangis, canda dan bisu

kau cahaya itu...
semoga kita kan bertemu lagi
dalam tatapan keberkahan Abu Bakar
dalam naungan tapak Rasulullah
oleh seuntai tali sematan Abah kita terrcinta
Selengkapnya...

Saturday, October 4, 2008

..Demi...


Demi rembulan yang Engkau ciptakan
Khusus untuk memulangkan diriku
Kepada kumandang tangis bayi, yang telanjang
Yang hening lagunya bergaung
Ke ladang-ladang jiwa
Yang meripatnya bening dan yang semua geraknya
Dibimbing Oleh kegaiban

Demi rembulan di larut malam
Yang bagai kereta kencana
Ditarik oleh kuda siluman
Yang bangkit dari cakrawala
yang bangkit begitu saja
berderap Perlahan
Dan menciptakan gmeuruh dalam kediaman

Demi rembulan yang Engkau ciptakan
Untuk mengusap kening jiwa yang berabad menangis
Jiwa Adam
Rintih kerinduan
Yang mencegatnya di ujung jalan
Dan yang mencegatku kini
Dalam derita dan keasingan
Yang terus menjelma
Yang mengawali setiap pekik kelahiran
Dan yang terus berkembang dalam kenangan

Demi rembulan yang bagai pejalan sunyi
Menjelajah seluruh malam
Sehingga terciptalah dunia dan kehidupan
Dari angin, embun dan dedaunan
Yang berkilat karena cahayanya
Yang seakan mengisyaratkan harapan
Bagi kerinduanku nantinya
Selengkapnya...

Mencintai..


BUKANlah bagaimana kamu melupakan..
melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN..
BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan..
melainkan bagaimana kamu MENGERTI..

BUKANlah apa yang kamu lihat..
melainkan apa yang kamu RASAKAN..
BUKANlah bagaimana kamu melepaskan..
melainkan bagaimana kamu BERTAHAN..
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati...
dibandingkan menangis tersedu2...
Air mata yang keluar dapat dihapus..
sementara air mata yang tersembunyimenggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang..
Akan tiba saatnyadi mana kamu harus berhenti mencintai seseorang
BUKANkarena orang itu berhenti mencintai kita
MELAINKANkarena kita menyadaribahwa orang itu akan lebih berbahagia,
apabila kita melepaskannya.
Apabila kamu benar2 mencintai seseorang,
jangan lepaskan dia..
jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamubenar2 mencintaiMELAINKAN...
BERJUANGLAH demi cintamu
Itulah CINTA SEJATILebih baik menunggu orang yang kamu inginkan
DARIPADAberjalan bersama orang 'yang tersedia'Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADAorang yang berada di sekelilingmuLebih baik menunggu orang yang tepat
karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuanghanya dengan 'seseorang'

....Khalil Gibran...
Selengkapnya...
 
Template by: Abdul Munir | Blog